Jumat, 31 Maret 2017

Black tights (stoking hitam)

Black tights atau stoking bitam adalah sebuah cerita tentang seorang gadis yang memiliki sebuah pakaian yang terlalu ketat. Cerita ini merupakan cerita menyeramkan dari Rusia.
Suatu waktu ada seorang gadis kecil yang sangat mencintai balet. Ibunya lalu membelikan sepasang stoking hitam sebagai kado ulang tahunnya. Gadis kecil itu langsung mengenakannya ketika ibunya menurunkannya di tempat latihan balet.
Ketika ibunya datang kembali untuk menjemputnya beberapa jam kemudian, gadis itu kelihatannya tengah kesakitan.
“Ibu! Ibu!” katanya. “Kakiku sakit!”
Ibunya mengatakan kepadanyauntuk menunggu hingga mereka tiba di rumah sebelum melepas stoking hitam itu.
Ketika mereka dalam perjalanan pulang, gadis itu mengeluh kembali.
“Ibu! Ibu!” katanya. “Kakiku sakit!”
“Tunggu sampai kita di rumah.” kata ibunya. “Lalu kita akan melepaskan stoking hitammu dan melihat mengapa itu menyakitkan.”
Ketika mereka sudah hampir tiba di rumah, gadis itu mulai menangis.
“Ibu! Ibu!” katanya. “Kakiku sakit!”
“Tunggu sampai rumah.” kata ibunya. “Kita akan tiba beberapa menit lagi.”
Ketika mereka akhirnya tiba di rumah, gadis itu segera melepaskan stoking hitamnya, dan lalu mulai memekik menjerit.
Daripada melihat kakinya, di sana hanyalah tersisa tulang.

"SANDI MORSE"

       Hingga tengah malam seperti ini mataku belum mau terpejam membosankan memang karna tengah malam seperti ini tidak banyak yang bisa di lakukan, hanya berbaring manja di sofa depan tv sambil terus mencari chanel yang enak di tonton, aku berhenti mencari dan melihat siaran berita pembunuhan

    "malam ini terjadi pembunuhan yang berlokasi di komplek perumahan artapura di jalan art blok f no 21,pembunuhan berantai yang menewaskan seluruh anggota Keluarga, namun pembunuh tersebut berhasil Melarikan diri sebelum polisi tiba di tkp ......"

Lalu tiba tiba layar tv menjadi warna gelap dan muncul tulisan

-•-  •-   --  ••-

•••   •   •-••   •-   -•   •---    ••-    -    -•     -•--    •-
       

Sabtu, 25 Maret 2017

Lubang pintu kamar mandi

"Dasar adik tidak sopan ngintip ngitip orang sedang mandi!!!" marahku kepada adikku yang selalu mengintipi ku ketika mandi ,untung adiku ini perempuan dan masih kecil, ya kamar mandi di rumah ku ini umum artinya seluruh keluarga mandinya di kamar mandi ini tidak ada kamar mandi pribadi di dalam kamar, dan pintu kamar mandiku agak memupunyai lubang dekat gagang pintu


Pagi ini orang tuaku dan adiku yang menyebalkan pergi jalan jalan, ini lah nasip seorang kaka tidak pernah di ajak, pagi ini nampaknya enak untuk bersantai di kamar mandi, mandi pagi ini begitu santay tanpa harus takut ada yang mengetuk untuk bergilir mandi "sstt... Sssttt.. Ssstt" aku menengok kekanan kekiri atas ke samping tidak ada apa apa, dan aku melihat ke arah bolongan pintu kamar mandi ternyata adiku yang mengintip
"huh untuk apa kau di sini harusnya kan  kau pergi jalan jalan dengan ibu dan ayah",ketika aku memarahinya dya pun langsung pergi, tapi tidak ada langkah kaki orang berjalan atau berlari, biasa adiku kalau habis ku marahi seperti itu dya akan berlari, hm biarlah ku jitak nanti dya sehabis ku mandi

Tetangga wanita yang malang

Pagi yang cerah tapi tak bisa menghirup udara yang terlalu segar ya karna aku tinggal di perkotaan dan tinggal di apartemen, ruangan ini cerah tanpa harus menyalahkan lampu karna cahay matahari yang cukup masuk, ssssrrreeekk ssrrreeek, suara itu berasal dari sebelah kamarku, ya bisa cukup terdengar karna temboknya tidak terlalu tebal, suara seperti orang yang memindahkan barang barang, seperti orang pindah, oh mungkin tetangga baru ku yang baru pindah,
Setelah mandi bersih bersih dan berkemas dan melanjutkan aktivitas sehari hariku, saat hendak mengunci pintu ku lihah seorang wanita sedang berdiri di depan kamar sebelahku, oh mungkin itu tetangga baruku, lalu aku berjalan menghampirinya dan memberikan sebuah salam, namun dya hanya membalas sedikit senyuman lalu pergi, mungkin wanita itu butuh waktu, akupun melenggang pergi

Cukup malam aku pulang bekerja pada malam hari ini untungnya kantor dengan apartemenku tak terlalu jauh, ketika sampai di apartemen menaiki lift dan sampai di lantai kamarku, sebelum aku sampai ke kamarku pasti melewati kamar wanita ituu saat aku lewat, terdengar suara tangisan yang lirih seperti orang patah hati suara tangis putus asa, tapi suara volume tv juga cukup besar, mungkin dya menangis karna menonton drama, aku pun meninggalkannya, lalu masuk ke kamarku

Pagi harinya aku terbangun karena kaget, suara ribut yang berasal dari kamar wanita ituh, suaranya cukup keras, suara keributan ituh tepat di samping kamarku, wanita itu menangis sambil memohon kepada seseorang, dya memohon kepada seorang laki laki, laki laki ituh membentaknya, "dddduuggg" benturan keras, seperti benturan kepala ke tembok, suara ribur itu hilang dengan suara bantingan pintu, sekarang hanya tinggal suara tangisan lirih,

Saat aku keluar kamar, wanita itupun keluar kamarnya dengan terburu buru ,dengan mata merah membengkak dan banyak luka lebam di tubuhnnya, dan sedikit goresan luka di bibirnya seperti bekas pukulan, aku kasihan melihatnya namun yasudah lah , ketika hendak memencet tombol lift seseorang memanggilku, oh itu ibu nera
"tetangga di sebelahmu kenapa tadi malam? "tanya bu nera
"hah malam?!, mlm aku tidak mendengar apapun, namun aku terbangun karna dya dan seorang laki laki membuat keributan "
"kasian wanita ituh, murung sendiri dya tidak bisa bergaul dengan orang orang di sini, dya menutup dirinya rapat", kata ibu nera
"yasudah aku pergi bekerja",sambil senyum dan pamit ke bu nera, bu nera lalu melenggang pergi

Malamnya ketika aku pulang sehabis bekerja, aku menemukan kertas rekening listrik di depan pintu kamar wanita ituh rekening listrik itu beratas namakan daniel ara, mungkin kekasihnya yang membayarkan rekening listrik ituh untuk tiga tahun kedepan, waw dia akan lama tinggal di sini atau mungkin selamanya, lalu aku menaruh kembali kertas ituh, mungkin nanti dia akan mencarinya

Pukul 01:00,aku terbangun karena mendengar suara keributan yang cukup berisik lebih berisik daripada hari ituh, suara benda benda yang di banting ke lantai, suara benturan di tembok, lebih mengerikannya lagi, wanita itu memohon untuk tidak di BUNUH!, bunuh,wanita itu akan di bunuh,tiba tiba suara keadaan menjadi hening seketika, dan laki laki ituh mulai berbicara meminta maaf sambil menangis dan berjanji akan merawat wanita ituh, hm syukurlah keadaan membaik dan laki laki ituh telah sadar apah yang di lakukannya tidak baik

Keesokan paginya ketika aku hendak pergi, laki laki keluar dari kamar wanita ituh, diapun tersenyum kepadaku senyumannya manis, dia terlihat cukup baik ketimbang wanita ituh, aku terus memandanginya hingga dya hilang tertutup pintu lift, dari kamar wanita ituh terdengar suara tv, wanita itu kini membaik, lalu aku pergi

Ketika aku pulang bekerja, aku menaiki satu lift dengan laki laki ituh, di dalam lift kami hanya diam dan sesekali aku mencuri pandangan ke arahnya, ketika aku kepergok memerhatikannya dyapun tersenyum, aaahh aku jadi malu, lalu aku memberanikan diri untuk menyapanya karena dia cukup ramah
"apah kau daniel ara? " tanyaku,sambil tersenyum dya menjawab "iyah itu nama ku dari manah kau tau",tanyanya penasran, "aku menemukan rekening listrik Di depan kamar pacarmu"
Lalu dya tidak menjawabku dan terlihat wajahnya kesal ketika sampai di lantai tujuan dya pun langsung pergi tanpa menrngok ke arahku, dya berjalan agak mirig karna membawa drigen yang cukup besar, di drigen ituh terdapat tulisan ch20, seperti rumus kimia ya entahlah aku tak mengerti..

Di malam malam berikutnya aku mendengar suara tv siang malam dan terus menerus seperti ituh, seperti tv yang tidak pernah di matikan, setiap laki laki itu datangpun sayup sayup hanya terdengar seperti dya berbicara sendiri, tidak ada suara wanita ituh, hari harinya hanya terdengar suara tv,

Setelah hampir tiga tahun lamanya, aku hanya mendengar suara tv dari kamar wanita ituh rak pernah mendengar suaranya lagi, siang malam hanya suara tv dan seperti hanya chanel tv itu saja yang di putar, pada suatu malam aku berniat ingin membobol sedikit tembokku agar bisa melihat ke arah kamar wanita ituh keinginan tahuan ini begitu besar dan aku pun nekat, ku ambil semua peralatannya bor dan banyak mata bor,ku bor di tempat suara tv itu berasal, dan kebetualn sekali tembok bagian ini sudah agak kosong jika di ketukpun dapat menghasilkan suara "tok tok tok",,, "nnngggggnngggg" suaraa bor yang sangat berisik, akupun terima jika di marahi oleh penghuni apartemen yang lain, karna menurut ku ini sangat aneh, sehinga hampir terjebol dan akhirnya terjebol ,aku lihat dari lubang yang tdi ku bor, astaga!, mataku terbelalak aku gak sanggup buat lihat itu lagi aku pun cepat cepat menutup lubang ituu

Keesokan harinya, ku dengar suara laki laki dikaamar wanita ituH, dari bawah ku dengar suara sirine polisia, tak lama kemudian polisi mendobrak pintu kamar wanita ituhh dan menangkap laki laki ituh, dan beberapa polisi membawa tengkorak manusia yang kaku dengan posisi duduk,
Ku harap ini tindakanku yang baik..

Senin, 20 Maret 2017

Mimpi buruk

 Fera sahabatku, tapi sekarang dya lah yang ku benci tapi tidak, aku belum membenci dya aku hanya kesal kesal ku bukan tanpa alasan, di sekolah tadi aku di permalukan di depan orang banyak dya memakiku membentaku bagai aku binatang di hadapannya, entah apah yang membuat dya Seperti ituh, mungkin dya seperti itu syarat untuk mejadi anggota genk paling ngetop di sekolah  Syaratnya dya memaki ku, dya bukan sahabat hanya karna ituh dya mempermalukan ku,tapi yasudahlah hari semakin malam mataku juga mengantuk dan bersiap untuk tidur, tidak usah memikirkan dendam dalam keadaan sadar

 Sedang berjalan di kegelapan aku di manah oh ternyata di rumah ku terus berjalan keluar terasa badanku seperti ada yang mendorong untuk keluar rumah, apah aku bermimpi?, iyah aku bermimpi tapi mimpi ini begitu nyata, jangan jangan bangun dulu mimpi ini akan membawa ku ke suatu tempat, aku terus berjalan keluar rumah terus berjalan sesekali pantulan cahaya dari tangan ku ketika melewati lampu jalan ,mimpi ini terus mendorong ku ke suatu jalan yang aku tau ya ini jalan menuju rumah fera mimpi ini terus mendorongku sampai aku halaman rumah fera, tapi untuk apah mimpi ini membawaku kesini? Terus berjalan dan tak mengizinkanku tuk berhenti mencari jalan untuk masuk ke rumah fera, jendela yang tak terkunci ya ini lah sela jalan masuk 

Kaki ini terus berjalan menaiki tangga dan mecari kamar fera, "bbbrruuaaak, di dobrak pintu kamar fera, fera ketakutan menjerit ketakutan,"untuk apah kau di sini, pergi kau dari sinih pergi"teriak fera mengusirku, namun mimpi ini tak mengizinkan ku tuk pergi, fera menamparku, akupun menamparnya ku tarik rambutnya hingga dya merintih kesakitan, membanting badannya di kasur dan tancapkan pisau tepat di lehernya,, sssrrrrrrkkk pisau ini tembus sampai ke leher belakangnya,aku merasakan nafas di tubuhnya menghilang ku tarik pisau itu dari lehernya secara perlahan ,muncratan darah sangat terasa di wajahku, mimpi ini begitu mengerikan namun sangat nyata 

Keesokan harinya, aku mendengar kabar kalau fera di bunuh oleh seseorang, sahabat ku yang malang seharusnya aku memperingatkannya untuk tidak tidur di kamarnya, mungkin mimpi ituh adalah isyarat untukku, harusnya malm itu aku memberitahunya 

Serupa ibu

      Dasar anak nakal  nilai di sekolah selalu jelek bisanya main terus gk bisa bantu orang tua, mau kamu apah jadi anak?, kata kata marah yang selalu keluar dari mulut ibuku ,entah kenapa setiap yang aku lakukan selalu salah di mata ibu, orang bilang orangtua memarahi anak karna sayang dan ingin anaknya menjadi anak yang baik, namun kalau di lihat ibu memarahiku bukan karna sayang tapi karna membenciku

Suara ibu yang sedang marah tidak mau ku dengar, aku keluar rumah untuk menenangkan diriku sejenak, rumah ku di perkampungan masih banyak pohon pohon bambu yang menjuntai ke atas, kalau sore hari di kampung ini adem banyak angin karna angin meniup daun daun dari pohon bambu, aku duduk di gubuk yang terletak di jalan masuk hutan, adem dengan angin yang sepoi sepoi buat aku lupakan sejenak kemarah ibu 

Teman teman ku menghampiri ku dan mengjak bermain, permainan yang kami sukai adalah petak umpet, dn kami akan memainkanya 
"hompipah alaium gambreng nek ijah pake baju rombeng.. ",adi jaga, kataku krna tangannnya berbeda sendir, ketika adi mengitung aku dan teman yang lainnya mencari tempat persembunyian " ahh ini tempat yang tepat ",kata ku bersembunyi di balik daun semak yang rimbun, tempat persembunyian ku kali ini agak jauh dari tempat teman teman ku dan pasti aku yang akan menang karna sulit untuk menemukanku 

20 menit, 30 menit, satu jam hingga azan magrib berkumandang tidak ada temanku yang mencaari, mungkin mereka meninggalkan ku, ah kesal.. 
Keluar dari tempat semak semak ituh, kulihat ibuku yang sedang berdiri di hadapanku ,aku takut aku pun hanya merunduk dan pasrah untuk di marahi lagi, sambil mengelus kepalaku, "ayo nak kita pulang",kata ibuku dengan lembut, aku kaget tidak menyangka ibuku selembut ini namun aku juga senang, mungkin karna ibu menyesal karna terus memarahiku 

"bu kita ko gak sampe sampe rumah ",kata ku
"karna ini sudah gelap jadi serasa rumah kita jauh "kata ibuku dengan lembut sambil terus mengandengku 
Ketika sampai di rumah, ibu langsung memberiku makan dan menyuapi ku, ibuku berubah, aku senang ibu seperti inih, namun aneh aroma makanan seperti bau kotoran manusia, namun aku berfikir mungkin ini badan ku, karna kan tadi aku bermain sampai ke semak semak, setelah makan ibu menyuruhku tidur dan tidak menyuruhku mandi, ibu perlakuan iniah yang aku inginkan.. 

Keesokan harinya, saat aku bergegas untuk sekolah, ibu memanggilku dan mengatakan untuk tidak sekolah hari ini, karna ibu akan masak makanan yang banyak, hemmm ini lah yang aku suka
"baik ibu",jawabku sambil bergegas mengganti pakaian ku, sambil duduk di bangku dapur aku memerhatikan ibu yang sedang masak makanan, kemudian aku bertanya kepda ibu kemana ayah ibu menjawab ayah sedang ada urusan ke kota selama satu minggu 

Hmm semua masakan siap dan aku siap menyantapnya, tunggu dullu aroma ituh aroma kotoran manusia itu ada lagi aroma kotoran manusia ituh berasal dari makanan inih, ah namun tidak mungkin,aku pun menyantapnya dengan lahap tapi ibu tidak memakan makanannya, ibu bilang ia akan menjemur pakaian, yasudah aku santap semua makanan, aroma busuk kotoran manusia ituu  mengganggu, aku tiddak yakin bau busuk ituh dari makanan selezat inih.. 
"ibu.. Ibu.. Ibu.., aku izin keluar yah",
"jangan nak temani ibu disini ",
   Aneh tidak biasanya ibu melarangku keluar untuk sekedar bermain, hm baiklah aku menemani ibu di rumah, suasans di kampung lebih sepi dari biasanya, dari tadi tidak ada orang yang lewat, duduk di bale sambil melihat ibu yang masih menjemur pakaian, 

Sudah tiga hari aku berdiam di rumah tanpa pergi ke sekolah tanpa bermain, bosan juga rasanya seperti ini, hari pun mulai gelap kembali seperti biasa ibu menyuapiku saat makan, hari ini aku makan mie, ya ini lah makanan yang aku suka biasanya ibu marah kalau aku makan mie tapi sekarang ibu menyuapiku makan dengan mie, 
"nak bagus lho kalau makan sambil tiduran dan memejamkan mata"kata ibuku 
Hah ibu tidak marah bahkan memperbolehkan, aku tersenyum ke ibu ibu pamit ke dapur meninggalkan aku yang sedang tiduran memejamkan mata dan menguyah banyak mie di mulut

"dugdugdugdug... Dugdugdug.. Dugdugdug ",suara ketukan pintu yang sangat keras seperti banyak orang di luar rumahku ,aku membuka mataku  ,tiba"suara ibu memangggil ku dari belakang bersama beberapa orang ,mulutku seperti terkunci aku tidak bisa berkata apah apah ,wanita yang mirip ibu memeluk ku dan menangis dya bilang sudah mencariku 
"apah yang ada di mulutmu, coba buka"tanya wanita ituh, aku membuka mulutku menggeliat di dalam mulutku, mataku terperangah dan memuntahkan yang ku makan, menjijikan yang ku makan bukan mie melainkan segumpulan cacing ,mulutku tak bisa berbicara aku gagu 

Sabtu, 18 Maret 2017

Lambaian wanita

  Aku benci jika harus pulang kerja larut malam seperti ini, memang apartemenku tidak jauh dari kantor tapi rasanya lelah, setah sampai di loby apartemen ,langsung ku tekan tombol lift, beberapa kemudian liftnya terbuka aku pun masuk dan menekan tombol 14 ,karna kamar ku berada di lantai 14,sangat sunyi karna hanya tinggal aku yang belum tidur

Membuka kamar lalu beristirahat di sofa dekat jendela, aku merasa sedang ada yang memerhatikan,aku menengok ke jendela ternyata gadis muda berambut panjang tersenyum ke arah ku dengan melambaikan tangan, aku pun membalas senyumnya dan melabaikan tanganku kepadanya,

Pengantinku

   Calon istriku sedang sakit karena kecelakaannya yang dia alami saat sedang menuju ke tempat pernikahan kami ,dya di tabrak oleh truk dengan pengemudi yang sedang mabuk
Akhirnya pernikahan kami di tunda sampai calon istriku sembuh

Iya sangat cantik walaupun terpejam matanya, aku tidak sabar untuk mempersuntingnya
Menurutku keadaannya membaik, darahnya sudah tidak mengalir, kini hanya bekas bekas luka sajah, lalu aku memanggil ibuku untuk menikahinya sekarang dengan sedikit nada menohon ibuku akhirnya mengijinkan..

Di pakaikan lah baju pengantin yang indah sungguh cantik, dengan tangan dinginnya aku tau kalau dya juga senang akan hal ini terjadi, ibu dan orang orang yang menyaksikan pernikahanku hanya dapat menangis, mungkin mereka terharu akan perjuangan cinta kami

Di depannya aku mengucap "sudah ku bilang kan aku akan memenuhi janjiku "

Maling masuk rumah


  Lelah rasanya pagi ini, pagi pagi aku sudah ribut dengan orang tuaku, kapan semua inih akan menjadi tenang??, namunn masalahpun sudah tenang suasana di rumah kembali hening,
Bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dari cairan yang anyir, ku tengok kedua orang tuaku di ruang tv, mereka sudah tampak tenang tanpa mengeluarkan suara

"aaaaa... Aaaaaa",suara teriakan dari ruang tv dengan suaara satu orang, aku bergegas dengan hanya memaki handuk, ku lihat maling yang masuk ke rumah ku, dengan ketakutan aku lari ke kamarku dan bersembunyi disana

Jumat, 17 Maret 2017

Dear


Kau tau di pesta malam ituh aku sangat bahagia menggegam tanganmu, melihat senyumu
Kita berdua berdansa di iringi musik yang romance, bagaikan malam yang abadi, namun tak seharusnya aku terlalu bersenang, malapetaka itu muncul ketika berdua duduk bersampingan
Bukan manusia si kaki empat ituu, berhari hari kita terpisah, akhirmya kaupun pergi, pergi dengan tangisan untuku, aku tau dari tangisanmu ingin ikut bersamaku, ayolah tidur di sampingku, aku siap berbagi tempat untukmu..
Aku juga tidak nyaman hanya melihatmu dari bawah, di sini dingin tidak hangat, tidak hangat seperti pelukmu malam ituh
Tunggu aku akan ku ajak kau ke tempatku yang baru..

Tak sadar

  Suatu hari aku berkelahi dengan teman sekantorku,adi namanya aku dendam padanya karna telah mengambil jabatan yang kuinginkan dia selalu mengambil semua yang ku ingini, aku benci dia, ketika dia pulang dari kantor pada malam hari aku mengikutinya dan berniat untuk membunuhnya,
Dia berjalan menuju ke apartemennya dan aku menaiki mobilku untuk mengikutinya, setelah di daerah yang cukup sepi, aku langsung injak gas mobil ku kuat kuat lalu menabrak dia
Bbbrrruuaaakkk ... Suara yang tak pernah aku dengar sebelumnya, suara patahan tulang yang hancur, rasa puas di hati ku sekarang inih
Kemudian aku pulang, perjalanan menuju rumah ku melewati rel kereta, namun ada yang aneh aku tidak melihat rel keretapun, "ah mungkin masih jauh",pikirku,
"lho... Lho.. Knpa ini ",gumamku ketika mobilku tiba tiba mogok di tengah jalan ,melihat lihat kanan kiri tidak ada seorangpun, mencobA untuk mengutak atik mesin mobil,karena lelah aku masuk ke dalam mobil dan duduk sejenak, namun dari kejauhan aku mendengar ada suara kereta, semakin dekat suaranya.. Semakin dekat.. Semakin dekat...., lampu kereta menyorot ke arah ku, itu kereta aku panik lalu menutup mata, aaaaaaaa...........
Kurasakan tubuhku yang masih hangat, kubuka mataku tidak ada apapun yang terjadi, aku selamat, kereta ituh kereta ituh tidak menabrak ku.., ku starter mobilku dan menyalahh aku langsung pergi dari tempat ituh
Sesampainya di rumah, aku melihat ibu dan ayah sedang menonton tv, namun ku panggil mereka tidak ada yang menjawabku, ya sudah aku bergegas untuk mandi
Aaaahhhh segarnya ,pencahayaan redup dan tak nampak bayanganku,
Dan yang membuat ku takut ketika aku melihat tulisan di jendela berwana merah darah
" kau telah bersamaku "

Home alone

Sory kurang rapih atau mungkin gak rapih, maklum ini kali pertama nulis di blog

    Sabtu pagi yang menyebalkan pagi pagi keluargaku sudah pergi untuk mengunjungi
Saudara, aku yang masih mengantuk di suruh mengunci pintu dari dalam, aku jalan dengan
Mata yang sayu, setelah itu aku kembali melanjutkan tidur

Namun beberapa lama kemudia, dengan setengah sadar aku mendengar seperti ada orang yang mandi di kamar mandi rumahku, mungkin itu ayah ku, lalu ada suara seperti yang memasak, hm...  Mungkin itu ibu.
Aku keluar kamar lalu mandi, dengan kamar mandi dengan lantai yang kering, setelah mandi aku membuat sarapan untuku, peralatan masak masi tertata rapi di tempatnya..
Setelah aku mengingat, aku langsung keluar dari rumah

Kepala botak

Aku baru saja mencukur seluruh Kepalaku
Sampai botak licin, namun pisau cukur itu terlalu
Tajam hingga kepalaku terpotong setengah
Nanti malam ada pesta aku akan datang walapun
Tak di jemput
Apakah aku